|
 |
|
Kapten
Linda Rae dari Batalion Pendukung Kesehatan II, Angkatan Darat
Australia, bertemu dengan anak-anak di kota Lahewa, Nias, yang
rusak akibat gempa.
|
| |
|
Tempat
jatuhnya pesawat Sea King
|
 |
|
|
| |
|
Indonesia,
zona gempa
29 Maret 2005
|
 |
|
|
| |
|
Pulau
Nias
|
 |
|
|
| |
|
Daerah
operasi Operation Sumatra Assist Tahap I
|
 |
|
|
Menyusul bencana
tsunami tanggal 26 Desember 2004 dan gempa pada bulan Maret yang lalu,
Departemen Pertahanan (ADF) terbukti merupakan bagian penting dari bantuan
kemanusiaan tingkat nasional dari Pemerintah Australia kepada Indonesia.
Dukungan Departemen Pertahanan pada upaya bantuan kemanusiaan untuk
korban bencana tsunami dikenal dengan nama OPERATION SUMATRA ASSIST (Operasi
Bantu Sumatra). Dukungan Departemen Pertahanan pada upaya bantuan kemanusiaan
untuk korban gempa dikenal dengan nama OPERATION SUMATRA ASSIST PHASE
TWO (Operasi Bantu Sumatra Tahap Dua).
Sangat disayangkan ADF kehilangan sembilan orang anggotanya dalam kecelakaan
helikopter yang menyedihkan pada tanggal 2 April 2005 selama Operasi Bantu
Sumatra Tahap Dua.
Yang telah dicapai ADF selama dua tahap bantuan ini termasuk:
Operasi Bantu Sumatra: Departemen Pertahanan Australia membantu korban
bencana tsunami di Indonesia
- 1200
ton bantuan kemanusiaan yang dibagi-bagikan lewat udara;
- 70
evakuasi aero-medis;
- 2530
orang diangkut lewat udara;
- 3700
perawatan medis (RS Darurat ANZAC)
- 4,7
juta liter air bersih;
- 9000
meter kubik reruntuhan disingkirkan/dibersihkan;
- 1000m
jalan dibersihkan dan dibuka kembali;
- 1700
saluran besar dibersihkan;
- 6 kapal
nelayan diselamatkan.
Operasi
Bantu Sumatra - Tahap II: Departemen Pertahanan Australia membantu korban
gempa di Indonesia
Oleh karena keadaan di Pulau Nias saat ini sudah stabil, maka Menteri
Pertahanan Senator Robert Hill telah mengumumkan bahwa personel Angkatan
Pertahanan Australia (ADF) yang berada di wilayah tersebut saat ini
sedang bersiap-siap untuk kembali ke tanah air.
Yang
telah dicapai ADF selama tugas ini termasuk:
-
menyampaikan 133 ton beras
-
menyediakan 5000 liter air
-
staf medis merawat 570 orang pasien di darat
-
melakukan 13 pembedahan dan perawatan di atas kapal induk HMAS KANIMBLA
-
mengadakan 7 evakuasi aero-medis dengan pesawat Sea King
-
memperbaiki pompa air dan generator di kota Lahewa
-
mengangkut lebih dari 138 ton perbekalan dengan pesawat Hercules C130;
dan
-
beratus-ratus muka yang tersenyum - Operasi KINDERGARTEN COPS menghibur
beratus-ratus anak di kota Lahewa dengan mengajarkan permainan cricket
dan sepak bola gaya Australia (Aussie Rules Football)
Artikel
terkait:
Helikopter
Sea King milik Angkatan Laut Australia jatuh di Indonesia 
Upacara kemiliteran di Indonesia
untuk korban kecelakaan helikopter Angkatan Pertahanan Australia
(Galeri)
Informasi
di atas berdasarkan keadaan pada bulan April 2005.
|